CENTRAL UNGGAS LAMPUNG

  • Central Unggas Lampung
  • Central Unggas Lampung
  • Central Unggas Lampung
  • Central Unggas Lampung
  • Central Unggas Lampung
  • Central Unggas Lampung
  • Central Unggas Lampung
  • Central Unggas Lampung

Profil

Foto saya
Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
Menyediakan DOC ayam Kampung dan ayam Kampung ukuran 8 ons - 1 kg
Tampilkan postingan dengan label Pakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pakan. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Mei 2011

Efisiensi Pakan Memakai Tempat Pakan Gantung

Pada saat ini sering kita mendengar kata efisiensi. Efisiensi adalah kemudahan dalam hal cara kerja yang akan menghemat tenaga, waktu, dan biaya. Dalam hal ini, penulis yang juga merupakan pelaku peternakan mencoba berpartisipasi untuk mengemukakan hasil pengamatan di lapangan yang ada kaitannya dengan efisiensi, yaitu pemakaian tempat pakan gantung untuk DOC yang berkapasitas hanya 0,5- 1 kg per tabungnya.



Dengan catatan, manajemen sudah baik. Mulai dari persiapan kandang (cuci kandang dan istirahat yang cukup), penanganan masa brooding yang sudah sangat baik –dari masa lepas brooding hingga masa panen, dan ditangani oleh operator kandang yang bertanggungjawab.

Penulis mencoba menambahkan atau melengkapi perlakuan pada masa brooding dengan memakai tempat pakan gantung untuk DOC. Awalnya, penulis menyampaikan ide ini sekitar 5-6 bulan lalu kepada pemilik PIE TIEK KOE Farm di Bogor (milik Bambang Ismono), yang menyambut baik ide tersebut dan mengaplikasikannya sebanyak 200 set tempat pakan ukuran 1 kg dan berhasil sukses pada periode pertama.

Selanjutnya, cara ini diaplikasikan kepada kandang-kandang lainnya. Beranjak dari keberhasilan ini, penulis pun mulai mempresentasikan ide ini kepada teman-teman TS (Technical Service) lainnya, dan terbukti beberapa farm sudah mengaplikasikan cara ini. Di lain sisi, secara tidak langsung ide ini ternyata mampu menghidupkan pengrajin pembuat tempat pakan dari seng/ limbah kaleng. Semoga ide ini dapat diterima oleh seluruh peternak di Indonesia. Karena sudah terbukti, kandang tradisional pun masih bisa melakukan efisiensi.

Pemakaian tempat pakan gantung ini memiliki beberapa nilai tambah untuk menciptakan efisiensi, antara lain :
1. Pakan tidak diinjak-injak DOC, tidak terkena feses dan tidak terbuang-buang
2. Feed intake akan terjamin karena pakan akan selalu ada, tanpa jeda kosong.
3. Pakan yang diberikan tepat sasaran, sehingga DOC akan tumbuh dengan baik serta daya tahan tubuhnya lebih baik.
4. Penghematan pengobatan
5. Pekerjaan operator kandang menjadi lebih ringan, karena tidak harus sering-sering membersihkan tempat pakan yang terkena feses. Selain itu, pakan akan tersedia 24 jam –bahkan saat operator kandang sedang istirahat.
6. Mudah mengontrol kualitas pakan dan DOC.

Kekurangan cara ini adalah dibutuhkan galar-galar baru untuk tempat pakan kecil ini, karena per lingkaran membutuhkan sekitar 30-35 buah per 1000 ekor DOC. Namun dari segi efisiensi biaya, dari hasil perhitungan penulis, pakan dapat dihemat sekitar 100-150 gram per ekor –dalam waktu panen 30 hari. Kontinuitas pakan yang terjamin menyebabkan pertumbuhan ayam di 10 hari pertama lebih baik. Pencapaian bobot badan sesuai dengan standar, dengan konsumsi pakan lebih hemat.

Sebagai gambaran pengeluaran dana, dalam waktu 1 bulan dapat dihemat sekitar Rp. 450,- hingga Rp. 675,- per ekor. Dengan harga tempat pakan Rp. 5.000,- per buah, maka biaya yang dibebankan untuk setiap ekor ayam adalah Rp. 170,-. Dari perhitungan akhir, ada selisih Rp. 280,- hingga Rp. 465,- untuk setiap ekor dalam 1 siklus pemeliharaan. Apabila perawatannya baik, tempat pakan ini masih dapat dipakai hingga 1 tahun. Oleh sebab itu, dalam periode selanjutnya, biaya produksi yang dihemat jadi sebesar Rp. 450,- hingga Rp. 675,- per ekornya.

Ditulis oleh : Drh. Mahfud Effendi, praktisi perunggasan tinggal di Bogor – Jawa Barat

Source : http://www.poultryindonesia.com~~
[ ... ]

Sabtu, 10 April 2010

Dedak Padi dan Cara Menilainya

Dedak merupakan hasil ikutan padi, jumlahnya sekitar 10% dari jumlah padi yang di giling menjadi beras. Bahan ini biasa digunakan sebagai sumber energi bagi pakan layer, yang mana penggunaanya rata-rata mencapai 10-20% di usis produksi. Menurut NRC 1994, energi yang terkandung dalam dedak padi bisa mencapai 2980 kcal/kg. Namun nilai ini bukan harga mati, karena jumlah energi yang bisa dihasilkan dari nutrient yang ada pada dedak tergantung dari jumlah serat kasar, dan kualitas lemak yang ada didalamnya. Semakin tinggi serat kasar maka semakin rendah pula jumlah energinya. Indikator tingginya serat kasar bisa di lihat dari jumlah hull/sekam nya dengan cara menaganalisa dengan phloroglucinol . Bau dari dedak padi juga harus fresh, karena jika baunya sudah tengik berarti telah terjadi reaksi kimia pada lemak yang ada didalam dedak tersebut. Artinya jumlah energi dari lemaksnya juga semakin sedikit. Pada musim penghujan perlu diwaspadai juga dedak padi dengan kadar air tinggi, biasanya dedak semacam ini cepat rusak (menggumpal) dan akan memicu terjadinya oksidasi pada lemaknya.

Berikut ini adalah skema pemrosesan dedak padi :


Dari hal tersebut diatas maka peternak sebaiknya mempertimbangkan penerimaan dedak padi berdasarkan kualitasnya. Berikut ini adalah cara memilih dedak padi yang baik untuk ayam petelur.

1. Analisa Fisik

Warna harus cokllat cerah dan tidak menggumpal, biasanya rice bran yang menggumpal mempunyai kadar air tinggi. Baunya juga tidak “tengik” (rancid), bau tengik biasanya disebabkan karena proses oksidasi, karena dedak banyak mengandung asam lemak tak jenuh yang mudah tengik. Ini juga menjadi indikasi bahw a dedak yang disimpan sudah cukup lama.

2. Proximat Analysis

Uji ini adalah uji dasar untuk semuabahan baku yang akan dibuat pakan termasuk rice bran. Teknik analysa proximat tidak dicantumkan dalam tulisan ini, karena membutuhkan banyak peralatan dan cukup mahal biayanya. Namun demikian ada beberapa nutrient yang harus tetap di uji untuk bisa menentukan nilai Energi metabolis dan Asam Amino dalam rice bran n diantaranya adalah kadar air, protein, serat kasar, dan ash (abu). Standart hasil analisa proximat rice bran yang umumnya dipakai adalah sebagai berikut :

Standart Hasil Analisa Proximat :


SNI 01-3178-1996-REV.1992 Dedak Padi Kualitas I

3. Kandungan Sekam/hull

Kandungan sekam mempunyai korelasi positif terhadap kandungan serat kasar. Semakin tinggi kandungan sekam, semakin tinggi juga kandungan serat kasarnya. Oleh karena itu perlu ada batasan dan teknik untuk mengetahui apakah kandungan sekam normal atau tidak. Kandungan sekam umumnya kurang dari 13 %, namun seringkali ditemukan dedak padi yang kandungan sekamnya lebih dari 15%. Untuk menhindari penggunakan penggunaan dedak padi dengan kandungan sekam lebih dari 15%, perlu dilakukan test dengan flourogucinol. Karena telah diketahui bahwa flouroglucinol tidak bereaksi dengan dedak namun memberikan warna merah pada kulit padi (sekam). Uji dengan flouroglucinol ini juga bisa mendeteksi jika dedak padi di campur atau terkontaminasi dengan serbuk gergaji karena pada prinsipnya flouroglucinol bereaksi dengan lignin yang ada dalam kulit padi.

Langkah – Langkah pengecekan Hull (sekam) :

1. Grinding Sekam dan Kulit Gabah (hull)
2. Dedak padi Grade A disaring dengan Sieve 0.6 mm
3. Siapkan standart Dedak padi + 5%; 10%, 15%, 20%, 25% sekam
4. Timbang masing-masing 1 gram dedak padi standart pada petri disk
5. Timbang sample 1 gram dan letakan pada petri disk
6. Pipet 4 ml phloroglucinol ke masing-masing petri diks
7. Aduk sampai homogen
8. Diamkan 10-15 menit
9. Lihat perubahan warna dan bandingkan dengan standar



4. Kontaminasi Bahan Organik

Ini perlu dihindari, karena kontaminasi dengan bahan lain apapun bisa merubah komposisi nutrient, yang mana tidak semua nutrient (asam amino) selalu dianalisa sebelum digunakan. Teknik yang sering dilakukan untuk mendeteksi adanya kontaminan bahan anorganik seperti Zeolit yaitu dengan mereaksikan dengan CCl4 . Prinsipnya bahwa bahan organik akan mengapung jika ditambahkan zat tersebut sedangkan bahan anorganik tetap akan tenggelam

5. Kontaminasi dengan Kapur

Kontaminasi kapur pada dedak padi sering ditemukan dilapangan, karena memang harga kapur jauh lebih rendah dibandingkan dengan dedak, dan warnanyapun tidak banyak merubah warna dasar dedak. Kontaminasi dengan kapur secara fisik akan sulit diketahui, namun karena kapur dan dedak padi mempunyai perbedaan density yang cukup banyak sehingga merubah density dedak yang terkontaminasi. Density dedak rata-rata 350 gram/lt, sedangkan density dedak yang terkontaminasi kapur bisa mencapai 450 gram/lt.

Selain dari segi perbdaan density, kontaminasi dengan kapur juga bisa di uji secara kimiawi. Adanya reaksi HCL dengan kapur bisa digunakan untuk menguji adanya kontaminasi tersebut.

Peternak juga perlu memperhitungkan energi yang terkandung didalam dedak padi dengan cermat. Berikut adalah Simulasi hubungan energi pada dedak padi dengan nilai nutrisinya. Perubahan nilai protein biasanya tidak signifikan pengaruhnya terhadap kandungan energi, sedangkan peningkatan kandungan serat kasar dan abu akan menurunkan nilai energi cukup banyak.Berikut ini adlah contoh simulasi kandungan energi karen perubahan kadar serat kasar dan abu (Ash) :


Source : selfmixing.blogspot.com
[ ... ]

Kamis, 08 April 2010

PAKAN AYAM BURAS

Sampai saat ini ayam buras masih mempunyai peranan yang penting dalam
memenuhi kebutuhan daging dan telur. Bagi pemiliknya ayam buras merupakan sumber
penghasilan atau tabungan hidup yang sewaktu-waktu dapat diuangkan. Bagi konsumen,
ayam buras masih banyak dicari karena ciri khas rasa daging dan telurnya sebagai
campuran jamu tradisional yang tidak boleh ditinggalkan. Usahatani ternak ayam buras
banyak dilakukan oleh masyarakat DKI Jakarta, baik yang bersifat sambilan ataupun yang benar-benar ditekuni sebagai mata pencaharian. Produktivitas lahan dapat dicapai secara maksimal, karena meskipun lahan sempit tetapi bisa beternak dengan populasi tinggi.

Hal ini dimungkinkan dengan penggunaan kandang baterai (bertingkat) dan pemberian pakan yang memadai. Pada pemeliharaan dengan sistem ayam dikandangkan (intensif)
penyediaan pakan tergantung pada peternaknya. Ini artinya bahwa peternak menyediakan
seluruh kebutuhan pakan baik jumlah maupun mutunya sehingga mencukupi kebutuhan
gizi ayam buras. Dengan demikian ayam buras akan dapat berproduksi lebih baik.
Dalam usaha ternak ayam buras biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan pakan
paling besar yakni (60-80%) dari seluruh komponen biaya produksi yang dikeluarkan.
Untuk menghemat biaya ransum dapat disusun sendiri oleh peternak dari bahan-bahan
pakan yang mudah didapat disekitar kita, murah harganya tetapi memenuhi kebutuhan
gizinya. Bioteknologi yang terus berkembang menghasilkan sejenis probiotik yang berasal dari mikroba rumen. Probiotik ini berfungsi untuk memecahkan selulosa, hemiselulosa, lignin protein serta lemak sehingga ransum yang dikonsumsi lebih mudah diserap oleh usus. Disamping itu bau kotorannya menjadi berkurang. Hal ini cocok dengan kondisi wilayah DKI Jakarta dimana peternak berlokasi didaerah padat penduduk.

Untuk membaca artikel lengkap, silakan download filenya DISINI........
[ ... ]

PAKAN CAMPURAN UNTUK AYAM BURAS


1. KELUARAN
Pakan cukup gizi dan disukai ayam buras
2. BAHAN DAN ALAT
Bahan pakan yang mudah didapat
3. PEDOMAN TEKNIS
1) Penyusunan ransum anak ayam
Susunan ransum anak ayam untuk 100 kg adalah sebagai berikut :
a. jagung giling 43 kg, dedak halus 35 kg, bungkil kedelai 10 kg,
b. tepung ikan 8,5 kg, kalsium karbonat 3,5 kg, garam 0,1 kg dan
c. premix A 0,4 kg.
d. Kandungan zat-zat nutrisi tersebut diatas adalah protein kasar 19,4% dan
energi metabolis 2537 kkal/kg.
2) Susunan ransum ayam buras periode produksi
Ransum campuran yang terdiri dari 3 bagian pakan komersil, 6 bagian dedak
halus dan 4 bagian jagung giling ditambah grit dan vitamin B-12 (sistem
intensif)
3) Susunan ransum ayam dara umur 12-20 minggu
Ada 4 jenis ransum ayam buras. Salah satunya adalah jagung giling 41 kg,
dedak halus 53 kg, tepung ikan 2 kg, bungkil kedelai 0,9 kg, tepung tulang
0,8 kg, kalsium karbonat 1,75 kg, premix A 0,25 kg, garam 0,2 kg dan lisin
0,1 kg. Kandungan zat nutrisi ransum ayam dara adalah sebagai berikut :
protein kasar 10-14%, energi metabolis 2700 kkal/kg ransum.
4) Susunan ransum ayam betina dewasa
Susunan ransum ayam betina dewasa untuk 100 kg adalah sebagai berikut :
a. jagung giling 28,2 kg, dedak halus 58,5 kg, tepung ikan 6,3 kg, kalsium
b. karbonat 6,5 kg, garam 0,2 kg dan premix A 0,3 kg. Kandungan zat nutrisi
tersebut diatas adalah protein kasar 15% dan energi metabolis 2312
kkal/kg.
5) Cara pencampuran sebaiknya dilakukan secara bertahap. Pencampuran
dilakukan untuk kebutuhan satu minggu untuk menghindari makanan
berjamur.
6) Cara pemberian untuk ayam muda - dewasa dilakukan 2 kali sehari (pagi
dan sore) berkisar 70-100 gram/ekor/hari. Untuk anak ayam umur 1 hari-12
minggu ransum dan air harus tersedia setiap saat dan tidak terbatas
jumlahnya. Hindari pemberian ransum yang berlebihan agar ransum tidak
terbuang dan berjamur.
4. SUMBER
Departemen Pertanian, http://www.deptan.go.id, Maret 2001
5. KONTAK HUBUNGAN
Departemen Pertanian RI, Kantor Pusat Departemen Pertanian - Jalan Harsono
RM No. 3, Ragunan - Pasar Minggu, Jakarta 12550 - Indonesia

source : niaga.pusri.co.id
[ ... ]
 

©2009 Central Unggas Lampung | by TNB Modified By Anangss and By Nanang