CENTRAL UNGGAS LAMPUNG

  • Central Unggas Lampung
  • Central Unggas Lampung
  • Central Unggas Lampung
  • Central Unggas Lampung
  • Central Unggas Lampung
  • Central Unggas Lampung
  • Central Unggas Lampung
  • Central Unggas Lampung

Profil

Foto saya
Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
Menyediakan DOC ayam Kampung dan ayam Kampung ukuran 8 ons - 1 kg
Tampilkan postingan dengan label Analisis Budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisis Budidaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Mei 2011

Tips Meningkatkan Produktivitas Ayam Kampung

Agar ayam kampung yang kita pelihara sehat, cepat besar dan mampu berproduksi secara optimal, maka perlu diberikan makanan tambahan juga pelaksanaan program vaksinasi yang tepat. Apalagi?

Ayam kampung dipelihara oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia terutama di pedesaan. Ayam ini memang dapat mencari makan sendiri, sehingga biasanya pemeliharaannya dengan dilepas begitu saja tanpa diperhatikan kesehatannya, pertumbuhan maupun produksinya.

Walaupun demikian, ternak ini memiliki potensi yang cukup besar dalam mendukung ekonomi dan konsumsi protein hewani masyarakat. Untuk menjadikan ayam kampung ini sebagai ternak komersial, maka produksinya perlu ditingkatkan. Bagaimana caranya ?

Paling tidak ada empat tindakan yang harus dilaksanakan bila ingin mendapatkan ayam kampung yang berproduksi tinggi, yaitu :

1. Vaksinasi ND secara teratur
Sudah umum diketahui bahwa penyakit tetelo/ sampar/ New Castle Disease (ND) merupakan momok utama penyebab kematian ayam kampung.Penyakit ini biasanya terjadi pada saat pergantian musim, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Karena disebabkan oleh virus, satu-satunya cara untuk menghindarkan ayam dari serangan penyakit ini adalah dengan menciptakan kekebalan pada tubuhnya, denganmelakukan vaksinasi ND secara teratur.

Vaksinasi ND sebaiknya dilaksanakan dengan program 4 4 3 3, artinya ayam mulai divaksin ND pada umur 4 hari dengan cara tetes mata atau hidung memakai vaksin strain F. Setelah itu diulang kembali pada umur 4 minggu dengan cara tetes mata/hidung, tetapi bila memungkinkan untuk disuntik dapat saja dilakukan penyuntikan pada otot dada atau paha.

Kemudian divaksin kembali (revaksinasi) pada umur 3 bulan dengan cara disuntik menggunakan vaksin strain K dan diulang setiap 3 bulan sekali. Tanpa melaksanakan vaksinasi ND secara teratur, ayam kampung yang dipelihara tidak dapat hidup seperti yang diharapkan terutama pada anak-anaknya (antara 1-30 hari).

2. Beri makanan tambahan
Ayam kampung memeng dapat mencari makan sendiri bila dilepas di pekarangan atau tempat-tempat lain. Tetapi makanan yang diperolehnya ini belum tentu mencukupi kebutuhannya untuk tumbuh dan berkembang lebih baik, sehingga pertumbuhan, kesehatan dan produksinyapun akan berpengaruh. untuk itu, untuk mendapatkan ayam kampung yang sehat, cepat besar dan mampu berproduksi optimal diperlukan makanan tambahan.

Makanan tambahan ini dapat saja berupa hasil atau limbah pertanian seperti jagung, ketela, gabah, dedak bahkan limbah dapur atau makanan sisa dapat diberikan, asalkan cukup bergizi. Pemberian makanan tambahan ini sebaiknya dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Maksud diberikan pagi hari saat ayam akan mengembara mencari makan, agar tubuhnya cukup kuat, memiliki tenaga/energi, sehingga akan lebih kuat dan lincah baik dalam mencari makan maupun bahaya yang mungkin dihadapi.

Sedangkan pemberian pada sore hari, yakni pada saat ayam akan tidur maksudnya adalah untuk melengkapi kekurangan makanan yang diperoleh selama pengembaraannya. Makanan ini diperlukan untuk proses pertumbuhan maupun produksinya.

3. Membuatkan kandang
Hal ini jarang sekali diperhatikan oleh pemelihara ayam kampung, padahal jika dikaji kandang ini cukup penting artinya bagi perkembangbiakan ternak. Selain tempat untuk berteduh waktu hujan, untuk bermalam dan tempat kegiatan reproduksi (bertelur dan mengerami telurnya), kandang dapat pula menyelamatkan ayam dari ancaman binatang buas.

Yang terpenting, dengan membuatkan kandang, ayam akan lebih mudah ditangkap pada saat akan melaksanakan vaksinasi ND maupun pada saat akan dijual. Jadi peranan kandang selain untuk melindungi ayam dari segala macam gangguan juga untuk memudahkan tata laksana perawatannya.

4. Penanganan khusus pada anak dan induk
Tujuannya untuk mempercepat atau melipatgandakan perkembangbiakannya. Penanganan khusus pada anak ayam adalah dengan melakukan penyapihan lebih awal. Anak ayam harus disapih pada umur 1 hari atau pada umur 1 bulan, karena pada saat umur 1 bulan anak ayam sudah dapat mencari makan sendiri.

Jika penyapihan dilakukan pada saat umur 1 hari, maka harus dipelihara dalam kandang khusus (box), diberi makanan bergizi dan pemanas (induk buatan) dan jangan lupa divaksinasi. Dengan penyapihan lebih awal ini seekor induk dapat berproduksi lebih banyak daripada dibiarkan mengasuh terus anaknya. Jika dibiarkan mengasuh terus anaknya, induk hanya akan berproduksi setiap 2-3 bulan sekali (4-6 kali dalam setahun.

Perlakuan khusus terhadap induk adalah perlakuan yang diberikan kepada induk yang disapih, baik dari telurnya maupun dari anak-anaknya. Induk yang disapih dengan anaknya atau yang telurnya diambil (tidak dibiarkan mengerami) ditangkap dan dimandikan setiap pagi hari selama 3-4 hari dan diberikan makanan yang lebih bergizi, bila perlu dikurung bersama pejantan. maksud perlakuan ini adalah untuk menurunkan suhu tubuhnya, yang pada saat mengerami telur atau saat mengasuh anaknya, suhu tubuh tinggi. Ini diperlukan untuk memberikan kehangatan baik pada telur yang dierami maupun anak yang diasuh.

Dengan menurunkan suhu tubuh maka sikap mengeram atau mengasuh anak akan berkurang bahkan hilang. Apalagi bila dirangsang dengan makanan bergizi dan pejantan, maka proses peneluran akan lebih cepat timbul. Biasanya induk yang diperlakukan demikian akan bertelur kembali setelah 7-10 hari dari saat perlakuan.

Dengan melaksanakan keempat tindakan tersebut diatas secara utuh diharapkan ayam kampung akan memberikan nilai tambah yang cukup besar dalam mendukung ekonomi keluarga maupun konsumsi protein hewani keluarga dapat lebih tercapai. Selamat mencoba ! PI/dw

--sumber:www.Poultryindonesia.com--
[ ... ]

Jumat, 16 April 2010

ANALISA BUDIDAYA AYAM KAMPUNG

Untuk mengetahui berapa besar modal yang harus diinvestasi dalam usaha pemeliharaan ayam kampung dan berapa jumlah keuntungan yang diperoleh, maka dibawah ini penulis mencoba membuat perhitungan berdasarkan catatan harian pengeluaran seorang peternak. Ukuran kandang panjang 8 meter lebar 2,5 meter dan tinggi 3 meter. Ukuran pagar keliling, panjang 18 meter, lebar 10 meter dan tinggi 2,7 meter.

Kandang tersebut digunakan untuk memelihara 155 ekor ayam muda yang terdiri dari 150 ekor ayam betina dan 5 ekor jantan dengan umur rata-rata 4 bulan. Ayam-ayam tersebut dibeli dengan Rp 9.000,00/ekor. Porsi pakan 100 gr /ekor/hari, pada bulan ke dua dan ke tiga porsi pakan di naikkan masing-masing sebesar 20%dan 25%.

Di bulan ke empat dari masa pemeliharaan ayam–ayam tersebut telah mulai bertelur, dengan jumlah rata-rata 14 butir per periodenya. Untuk meningkatkan jumlah produksi telor, sengaja peternak menerapkan metode siklus reproduksi, yaitu dengan jalan :

1. memisahkan induk dari telurnya dengan hanya satu butir telor pada sarangannya .

2. pada induk–induk yang mulai memperlihatkan tanda-tanda mengeram secepatnya di mandikan

Dari kedua perlakuan diatas maka ditahun satu masa produksinya dapat diatur sebanyak lima kali .

Pada bulan ke 7 dari keseluruhan produksi telor 10% dieramkan sedangkan sisanya dijual. Untuk tugas pengeraman sengaja digunakan untuk ayam sebanyak 20 ekor, sehingga pada bulan ke delapan terjadi penurunan produksi telur .

Setelah menetas induk dan DOC dipisah, kemudian induk dimandikan. Pada bulan ke sembilan produksi telur mulai meningkat. Dalam produksi ayam kampung ini yang perlu di ketahui adalah :

- Fertilitas =96%

-Daya tetas =90 %

-Kematian = 3%

-Umur Penetasan 21 hari

-Pemberian faksin dilakukan sebanyak 4 kali selama pemeliharaan.

DOC setelah dipisah dari induknya ditempatkan dalam kotak dos beralaskan sekam padi yang di campur sedikit kapur, tanpa diberi bantuan induk buatan (Listrik lampu minyak) sedang sebagai sumber penghangat DOC akan memperoleh dari panas tubunya sendiri. Pada pemeliharaan ditahun kedua siklus reproduksi pertahunya diatur sebanyak 11 kali, dengan demikian diharapkan pada peningkatan dalam jumlah produksi (telur) selain itu pada pemeliharaan ini ada tambahan populasi ayam sebanyak 175 ekor betina dan 8 ekor pejantan. Untuk menghindarkan terjadinya “kanibalisme” oleh ayam yang lebih kuat, maka dibuat kandang baru. Dibulan kelima ayam-ayam tersebut sudah mulai bertelur, dengan demikian ada kenaikan dalam jumlah produksi telur. Dari jumlah produk perharinya, resiko pecah atau retak diperhitungkan sebanyak 6 butir atau 180 per bulan (angka rata-rata), dan ini oleh peternak dimanfaatkan untuk lauk. Sehingga total keseluruhan yang dikomsumsi adalah 17x180 butir=30.60 butir, sedang yang dijual sebanyak 49.300 butir dengan harga 850.

A. Pemberian Pakan

1.Untuk ayam muda –dewasa, 100 gr /ekor/hari

Jumlah pakan per hari untuk 155 ekor =(100x 155) kg: 1000 = 15,5 kg.

Jumlah pakan bulan I = 30x15,5 kg = 465 kg

Jumlah pakan bulan II= (0,2x465 kg)+465 kg = 558 kg

Jumlah pakan bulan III= (0,25x558kg)+558kg = 697,5 kg

Jumlan pakan bulan IV – umur 2 tahun = 17x697,5 kg =11.857,5 kg

Total pemberian pakan =13,578 kg

2. Untuk DOC 60 gr/ekor/hari, sampai umur 3 bulan

Jumlah pakan untuk 189 DOC (189 x 60)kg :1000 = 11,34 kg

Jumlah pakan bulan I 30 x 11,34kg = 340,20 kg

Jumlah pakan bulan II(mortalitas 3%)(0,15x60)+60x183 x30x1kg = 378,81 kg

1000

jumlah pakan bulan III (0,15x378,81kg)+378,81kg = 435,63 kg

Total pemberian pakan = 1.154,64 kg

3. Untuk ayam muda –dewasa, 100gr/ekor/hari

Jumlah pakan per hari untuk 183 ekor (100x183)kg: 1000 = 18,3 kg

Jumlah pakan bulan I =30x18,3 = 549 kg

Jumlah pakan bulan II =(0,2x549)kg+549kg = 658,8kg

Jumlah pakan bulan III =(0,25x658,8)kg+658,8kg = 823,5kg

Jumlah pakan bluan IV –bulan keXI = 10x823,5kg = 8.235 kg

Total pemberian pakan = 10.266,3kg

B. Analisa Biaya

1. Input

a. Biaya Infestasi

-Pembuatan kandang tahun 1 = Rp.35.000,00

-Pembuatan kandang dan Box tahun 11 =Rp.40.000,00

-Pembuatan pagar keliling =Rp.125.000,00

Total biaya investasi =Rp.200.000,00 (1)

b. Biaya Operasi

-Pembelian 155 ekor ayam=155xRp900,00 =Rp.139.500,00

-Pembelian untuk 155 ekor ayam=13.578xRp120,00 =Rp.1.29.360,00

-Pembelian pakan untuk 189 DOC sampai umur 3 bulan =1.154,64xRp.120,00 = Rp.138.556,80

-Pembelian pakan untuk 183 ekor ayam=Rp.10.266,3x120,00

=Rp.1.231.956,00 +

Total pembelian pakan =Rp.2.999.872,80

-Biaya vaksin dan obat cacing untuk ayam muda dan dewasa =Rp.3.000 ,00

-Biaya vaksin dan obat cacing/DOC =Rp.1.000 ,00

Total biaya operasi =Rp.139.500,00 + Rp.2.999.872,80 + Rp 4000,00

=Rp.3.143.372,80

c. Penyusutan dan Perbaikan

-Penyusutan kandang 1 tahun =Rp.2.500,00

-Penyusutan pagar 1 tahun =Rp.3.000.00

-Perbaikan kandang 1 tahun =Rp. 4.000,00

` -Perbaikan kandang 1 tahun =Rp. 5000,00

Total =Rp. 14.50000

2.Output

-Penjualan telur selama pemeliharaan= 49.300xRp850,00=Rp 41 905.000,00

-Penjualan ayam afkir @Rp40.000,00 =Rp 6.200.000,00

- Penjualan dari telur yang dikomsumsi =3060x500=Rp 1.530.000,00

Total Rp 49.635.000,00

C. Keuntungan Yang Diperoleh

Rp 49.635.000,00 – Rp25.034.099.00 = 24.600.001,00

Rp24.600.001,00 : 20bln = Rp 1.230.000,00 /bln



source : kampoengpetek.blogspot.com
[ ... ]
 

©2009 Central Unggas Lampung | by TNB Modified By Anangss and By Nanang